Banten Peras adalah salah satu jenis banten dalam agama Hindu Bali yang memiliki makna sebagai simbol keberhasilan, kelancaran, dan harapan agar suatu kegiatan mendapatkan hasil yang baik. Banten ini sering digunakan dalam berbagai upacara keagamaan karena dipercaya menjadi simbol permohonan agar segala sesuatu yang dilakukan mendapat restu dari Tuhan.
Kata “peras” memiliki hubungan dengan makna hasil atau keberhasilan. Oleh karena itu, banten peras sering digunakan ketika seseorang ingin memohon agar suatu pekerjaan, kegiatan, atau upacara dapat berjalan lancar dan memberikan hasil yang sesuai harapan.
Banten Peras biasanya terdiri dari beberapa bagian seperti ceper sebagai tempat banten, beras, bunga, porosan, jajan, buah-buahan, dan sampian. Setiap unsur tersebut memiliki nilai simbolis, seperti beras yang melambangkan kemakmuran, bunga sebagai lambang kesucian, serta perlengkapan lainnya sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan.
Dalam pelaksanaannya, Banten Peras tidak hanya menjadi perlengkapan upacara, tetapi juga mengandung pesan bahwa manusia harus selalu berusaha dengan sungguh-sungguh dan tetap menyerahkan hasil akhirnya kepada Tuhan.
Perkiraan harga Banten Peras:
Banten Peras sederhana biasanya sekitar Rp20.000–Rp50.000, sedangkan ukuran yang lebih lengkap dapat mencapai sekitar Rp100.000–Rp300.000, tergantung bahan dan kebutuhan upacara.